Senin, 01 November 2010

Must Heard Songs in 2009

Ini adalah beberapa single yang sebenarnya harus anda cicipi di tahun 2009 lalu. single-single di bawah ini sebagian besar tidak keluar di Indonesia (atau tidak diproduksi oleh label yang ada di Indonesia).
Secara kualitas dan kuantitias mereka tidak kalah dengan single-single yang dikeluarkan oleh label yang ada di Indonesia dan menurut saya single-single ini lebih berbobot secara kualitas dan kuantitas. Mereka sebagain besar berasal dari golongan indie eropa maupun amerika serikat.


JUDUL ( album / label )

ARTIS



Transparence ( transparence / polyvinyl )
Asobi Seksu
Walkabout (feat. Noah Lennox) ( logos / kranky records )
Atlas Sound
Shooting Stars ( shooting stars / bang gang records )
Bag Raiders
Raindrops ( scars/  )
Basement Jaxx
Used to Be ( used to be / carpark records )
Beach House
Deli ( Ayrton Senna / fool house )
Delorean
Osaka Loop Line ( lp / xl )
Discovery
 I Think I Like You ( donora / )
Donora
Angela ( Further Complications / rough trade )
Jarvis Cocker
Games For Days (Julian Plenti Is...Skyscraper/ Matador Records )
Julian Plenti
All Is Love ( ost. Where the Wild Things Are/ interscope records )
Karen O & The Kids
We Are Kids ( Bandages For The Hear / tapete records )
Lacrosse
Happiest Times ( the hateful eye EP / labrador records )
Little Big Adventure
New In Town ( Hands / 679 records )
Little Boots
Quiet Dog ( the ecstatic / downtown records )
Mos Def
Sing Along ( sing along to songs you don't know / morr music )
Mum
Lemonade ( lemonade / white label )
Planetfunk
Rainhouse (  The Colour of Snow /  )
Polarkreis 18
Leave Me Alone ( single / self release )
Pretty Good Dance Moves Feat Bjorn Yttling
Calypso Gold ( Cocoon of Love / kanine records )
Princeton
Dominos ( a brief history of love / 4 AD )
The Big Pink
Saddle Up ( the law of the playground / too young to die )
The Boy Least Likely To
Fax Of Death ( fax of death / double six records )
The Laurel Collective
David ( single /  )
The Radio Dept.
Thrown In Two ( through fire / despotz records )
Twiggy Frostbite
Ottoman ( Nick & Norah's Infinite Playlist / Original Motion Picture Soundtrack )
Vampire Weekend
Percussion Gun ( it's frightening / tbd records )
White Rabbits
You And I ( wilco / nonesuch records )
Wilco and Feist

Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Dapat Menikmati Musik.

Inti dari tulisan-tulisan yang saya post sebelumnya adalah untuk memberikan penjelasan mengapa dan bagaiman kita dapat memahami dan menikamati musik. Penjelasan-penjelasan tersebut diharapkan membuka mata pembaca untuk membuka telinga dan hati lebar-lebar terhadap musik-musik yang sebenarnya ada di sekitar kita. Selain itu juga, membuat pembaca merefelsikan dirinya, sudah sejauh apakah arti musik di kehidupan anda.
Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk mendapatkan kenikmatan dalam mendengarkan musik, salah satunya adalah dengan luangkan waktu anda untuk mendengarkan musik. Pastikan anda menyediakan waktu khusus untuk melakukan kegiatan mendengarkan musik saja. Untuk mendapatkan suatu pengalaman mengenai keindahan manusia harus memiliki waktu luang agar sense keindahan itu muncul. Berikan waktu eksklusif kepada music player anda. Resapi dan alirkan melodi-melodi yang anda dengar menuju otak anda dengan tenang. Setelah itu ekspresikan kenikmatan mendengarkan musik anda, mungkin dengan cara menggerakan kepala atau menggoyang-goyangkan kaki atau bahkan berdansa. Bila tindakan ekspresi anda sudah tidak meepedulikan hal-hal di sekitar berarti alam bawah sadar anda telah masuk ke dalam musik tersebut.
Bila anda berminat untuk menikmati musik yang belum anda pernah dengar sebelumnya, maka tumbuhkanlah rasa ingin tahu kepada yang baru dan bersamaan dengan itu timbulkanlah rasa bosan terhadap musik-musik yang pernah anda dengar (bukan dilupakan). Anda harus berani “melacurkan” telinga anda terhadap jenis musik lainnya. Anda bisa menemukannya dari teman, internet, radio, dan mungkin dari film. Temukan sensasi yang berbeda dari musik yang baru anda dengarkan. Hal ini tidaklah terlalu berbeda dengan kuliner makanan yang mencoba hal-hal baru, terkadang rasa makanan atau minuman itu cocok dan terkadang sebaliknya tidak cocok. Musik pun demikian, dengan berani mencoba hal yang baru kemungkinan besar anda akan mendapatkan pengalaman keindahan mengenai musik yang baru dan akan memperbesar pengalaman musik anda.
Sebenarnya masih banyak cara lain untuk menikmati musik dan mendapatkan penglaman keindahan, tetapi hal tersebut berbeda-beda di setiap orang. Yang jelas sumber dari pengalaman itu menjadi penting sebagai tonggak mengapa kita bisa menikmati musik tersebut.

Musik dalam Iklan

Bila anda ingin mengetahui apa yang bisa dilakukan musik untuk anda, sudah barang tentu anda perlu seorang MD(music director)untuk menuntun anda dalam menciptakan suatu solusi tentang hidup ataupun untuk keperluan industri media komunikasi terutama periklanan, acara tv dan film
Ijinkan saya untuk menuntun anda menuju jalan yang lebih cerah ke depan dengan bumbu-bumbu kreatifitas dalam memahami, mengolah, dan menyajikan suatu musik.
Sebelumnya saya ingin memberikan sedikit catatan tentang what to say
saya akan memberikan contoh-contoh tentang penggunaan musik di media iklan dan juga saundtrack hidup. Saya akan memberikan pendapat tentang hubungan iklan dan musik. Saya akan memberikan gagasan bahwa ide atau tema iklan dapat muncul dari musik. Dan memakai musik untuk merubah suasana atau feel dari iklan. Tulisan ini ditulis untuk periode tahun 2008.
Pendapat saya tentang Jingles iklan-iklan Indonesia
Satu hal yang pasti iklan tak akan bisa lepas dengan musik khusunya jingles dan backsound iklan. Hal yang saya perhatikan ada 3 macam bentuk iklan yang menggunakan musik sebagai eksekusi:
1.    iklan yang menggunakan lagu yang benar-benar baru dan khusus diciptakan unutk iklan tersebut, contohnya iklan Frisian Flag susu cair “Berubah Untuk Maju”
2.    iklan yang menggunakan lagu komersil yang sudah ada sebelumnya dan digunakan 100% tanpa di aransemen ulang, contohnya Iklan Sunsilk dari Madonna dan Justin Timberlake – 4 minutes atau Pentene dari Natasha Bedingfield - unwritten
3.    iklan yang menggunakan lagu komersil yang sudah ada sebelumnya tetapi lagunya tidak 100% digunakan dan diarensemen ulang biasanya dari segi lirik yang dirubah dan suara aransemen asli lagunya yang di edit. Dan juga biasanya lagu yang dipakai adalah lagu luar yang tidak begitu familiar oleh masyarakat pada umumnya. Contohnya iklan Mie Sedap
Contoh Iklan tipe 1, Iklan Frisian Flag susu cair “Berubah Untuk Maju”, Iklan ini sepengetahuan saya tidak mencontek dari lagu luar atau dalam, baik dari segi lirik dan arensemennya. Dan sepertinya diciptakan khusus untuk iklan yang bertema “Berubah Untuk Maju” ini.
Contoh Iklan Tipe ke 2,  Iklan Sunsilk edisi “change up your look, change up your life”. Iklan ini memakai lagu dari Madonna feat. Justin Timberlake dengan judul 4 minutes.
Contoh Iklan Tipe ke 3, Iklan Mie Sedap. Contoh iklan tersebut mencontek karya Ben Lee dengan lagunya yang berjudul Catch My Disease.
          Pada tipe ke 3 ini saya kurang menyukainya karena secara originalitas, hal ini sangat melukai karya kreatif yang iklan itu ciptakan, khususnya iklan yang mengganti seluruh komponen lagu aslinya(lirik).
          Meskipun demikian bila hal itu permintaan klien saya pun akan melakukan hal yang terbaik untuknya
          Menurut saya, bila ingin memakai dan mengolah ulang, janganlah mengganti lirik lagu tersebut, contohnya seperti iklan Gulaku. Iklan Gulaku tidak merubah lirik tetapi mengarensemen ulang musiknya
Berikut contoh lain tipe iklan ke3:
          Iklan Trenz dengan menggunakan lagu dari John Mayer – Clarity, iklan ini mungkin juga masuk ke tipe 2, tapi lebih cenderung ke tipe 3 karena lagu dipotong, tidak ada lirik, dan hanya menggunakan bagian intronya saja.
          Iklan Ice Cream Campina menggunakan lagu dari Mika dengan judul Love Today
          Iklan Pemutih Kulit (kalau tidak salah Nivea), menggunakan lagu dari The Verve dengan judul Bittersweet Symphony
          Iklan Honda CR-V menggunakan lagu dari Keane dengan judul Everybody Changing
          Iklan Lux terbaru yang dibintangi oleh Dian Sastro. Iklan ini menggunakan lagu dari Goldfrapp dengan judul Ooh la la
          Dan contoh-contoh iklan lainnya yang tentunya memakai musik sebagai bagian dari eksekusinya
Setelah mengetahui Pendapat saya tentang iklan dan jingles, persilahkan saya untuk memberikan ide-ide saya akan jingle iklan. Banyak hal dan kesempatan yang bisa diberikan dan dieksplor dari musik melalui jingles di iklan-iklan. Berikut saya mencoba menawarkan beberapa musik yang dapat dimaksukan kedalam eksekusi sebuah iklan
          Fatboy Slim – Brimful of Asha
                lagu ini sangat cocok untuk iklan lanjutan dari coca cola Brrr.., alasannya iklan ini bernuansa mirip dengan jingles yang di pakai pada iklan coca cola yang saya sebutkan di atas. Lagu ini dapat menimbulakn semangat yang coca cola dapat berikan. Saya menebut iklan yang menggunakan lagu ini dengan iklan coca cola versi sssh...(cukup maksa memang). Itu hanya gagasan saya, bila anda menumakan ide yang lebih handal, lagu ini pun siap dipakai.
          The Smashing Pumpkins – Cupid de Locke
                lagu manis dari smashing pumpkins ini sangat cocok untuk digunakan untuk menjadi jingles iklan GULAKU selanjutnya. Lagu ini berisiskan irama dari Harpa yang menawan hati dan dapat membawa kita melayang-layang di awan. Untuk ide iklan saya memberi gagasan iklan ini bertema malaikat-malaikat kecil cupid yang sedang bekerja dan ditengah pekerjaannya ia merasakan manisnya gulaku dari tangannya dan manisnya cinta yang ia ciptakan.
          Jonh Legend – Save Room
                lagu ini sangat cocok untuk mencetak iklan kondom yang lebih artistik dan indah serta tidak terlalu memperlihatkan adegan sex di dalamnya, lagu ini dapat diletakan sebagai pengantar cerita suatu pasangan yang menuju ke tempat/ ruang di mana mereka ML, iklan ini berakhir setelah keduanya memasuki kamar dan menutup pintu kamar dan setelah itu munculah tagline iklan tersebut yang menyebutkan save for sex and love.
          Daft Punk – Something About Us
                lagu yang disajikan oleh duo elektronic musikan dari prancis ini memanglah dikemas untuk menciptakan suasana romantis di dalamnya. Saya memiliki ide untuk memakai iklan ini dalam iklan mobil sedan yang sudah memiliki nama dan penggemar tetap, contohnya Toyota Camry. Di dalam eksekusinya diperlihatkan keharmonisan antara pemakai dan mobilnya saat berkendara baik di waktu macet, hujan, panas terik dan perjalanan malam sehingga kesan cinta dan jodoh muncul.
          John Mayer – Waiting on the world to change
                lagu ini memberikan impact yang besar bagi pemikiran anak muda pada umumnya akan keadaan dunia saat ini. john mayer menciptakan lagu ini terinspirasi dari masalah global akan perang dan juga oleh global warming dan juga masalah kemiskinan di Afrika. Menurut saya lagu ini dapat digunakan untuk membuat iklan layanan masyarakat yang mengajak insan di bumi untuk merubah perilaku tak bersahabatnya kepada bumi dan lebih peka akan kesulitan pihak lain. Iklan ini saya harap d buat oleh PBB atau Greenpeace ataupun Discovery Channel.

Sebenarnya banyak sekali lagu lain yang ingin saya berikan untuk anda, tetapi mungkin ini hanyalah contoh akan gagasan saya terhadap apa yang bisa musik lakukan untuk membuat suatu eksekusi iklan.
Untuk mengetahui lebih tentang apa yang bisa dilakukan musik untuk anda khususnya bisnis media seperti iklan, film, jingles dan musik background acara-acara tv maka temukan hal itu dengan mendalami musik lebih dari apa yang biasanya orang awam lakukan ataupun bisa menghubungi saya.
Kata terakhir yang ingin saya ucapkan adalah musik dapat menghidupkan diri anda lebih hidup dari apapun itu
Terima kasih

Musik bisa membunuh

Apakah anda pernah mendengar bahwa musik dapat membunuh diri anda baik dalam arti sebenarnya ataupun kiasan. Untuk dapat merasakan bahwa musik dapat membunuh, perlu adanya kesamaan persepsi di antara kita bahwa musik telah menjadi bagian dari hidup kita.
Kumpulan awan-awan hitam menyeruak di atas kepalaku,,
Memendam kumpulan debu dan serpihan kayu yang terbakar hingga menghitam
Tak ada penjelasan mengenai apa yang sedang aku rasakan,
Tidak jelas apa yang aku rasakan tetapi keadaan ini memang tidak lah meng-enak-kan
Nafas tak lagi sepanjang kala itu, rasa-rasa nya nafas yang bisa ku hirup hanya setengah dari kapasitas paru-paruku,,,
Sesak pada dada, pukulan bertubi-tubi pada telinga membuat semuanya terlihat samar tak jelas mana itu barat dan mana itu timur
Bila matahari muncul esok pun, sepertinya aku tak bisa melihatnya dengan jelas..
Kehilangan tenaga untuk berdiri, lanjut usia terpampang jelas di cermin,, rasanya aku sudah terlalu tua untuk hidup,,,,
Kekalahan dalam menghitung prioritas dapat menghancurkan segalanya..
Aku baru memulai sesuatu yang berakhir..
Bagaimana mengetahui bahwa hidup ini sudah berada pada tempatnya...

Bila dengan hanya mendengarkan sebuah musik anda bisa berpikir dan menuliskan hal-hal di atas, maka itulah yang dinamakan musik bisa membunuh anda.

Mengapa Terdapat Perbedaan Selera Musik (bagian 2)

Setelah mencoba menjawab pertanyaan tersebut  pada bagian pertama sebelumnya, pada kesempatan ini saya akan menjawab pertanyaan ini dari sudut pandang saya sendiri. Sebenarnya yang membuat mengapa terdapat perbedaan selera musik itu banyak sekali. Salah satunya memang dari pengalaman kita tentang musik dan orang-orang serta media di sekitar kita. Tetapi hal yang paling bertanggung jawab adalah diri kita masing-masing akan perbedaan tersebut. Diri kita mempunyai hak untuk menilai dan mengapresiasi sesuatu, termasuk musik. Selera memang sangatlah personal, tidak banyak yang bisa digali dari pertanyaan mengapa anda suka musik yang satu ini, dia mungkin hanya bisa mengatakan bahwa saya suka  musik karena ini indah dan enak untuk dinikmati. Pernyataan tersebut memang sangatlah bersifat subjektif.
Sebenarnya ada sesuatu yang membuat seseorang menyatakan pendiriannya terhadap suatu musik. Ada yang dari dalam diri manusia dan ada yang dari luar diri manusia. Kalau yang dari dalam diri manusia tersebut sangatlah susah untuk didefinisikan, karena mungkin itu adalah suatu pemberian dari tuhan kepada orang tersebut untuk dapat mendengarkan berbagai jenis musik dan menikmati musik yang tidak mainstream. Saya menilainya ini adalah pemeberian dari tuhan bila kita memiliki sense musik yang bagus dan berhasil keluar dari lingkaran yang dibentuk oleh manusia itu sendiri, dalam area ini yang dimaksud manusia tersebut adalah sebuah industri musik.
Faktor dari luar yang menyerang kita adalah industri musik itu sendiri. Kebanyakan orang telah dihegemoni oleh industri musik, dalam artian lebih sederhana, kita secara tidak langsung menerima bahwa musik yang bagus adalah musik yang industri musik berikan di media-media konvesional seperti radio dan tv yang pada dasarnya memiliki nilai yang kurang bagus baik dari segi kualitas dan aspek estetikanya. Kita dipaksa untuk mengikuti selera pasar yang dibuat oleh industri musik. Bagi mereka yang tidak terkena hegemoni berkemungkinan besar mendapatkan pengalaman-pengalaman estetika musik yang lebih dari yang lainnya sehingga selera musik mereka pun berbeda dan menjadi lebih dapat menikmati musik yang beragam.
Aspek lainnya yang membuat terdapat perbedaan selera adalah aspek akses manusia itu sendiri untuk mendapatkan karya-karya yang beragam yang mungkin memiliki kualitas yang lebih bagus. Kebanyakan orang menerima secara mentah-mentah karena mungkin mereka hanya mendapatkan asupan musik yang itu-itu saja dari media konvesional tv dan radio yang sebelumnya sudah di set oleh industri musik. Terpaan yang dilakukan terus menerus setiap harinya membuat kita beranggapan bahwa itulah musik yang bagus. Di lain pihak bagi kelompok manusia yang memiliki akses lebih (biasanya lewat internet) mendapatkan warna-warna  baru dari karya-karya musik yang pemusik berikan. Pandangan mereka yang memiliki akses tersebut lebih lebar dan luas, sehingga terhampar pilihan-pilihan lainnya. Hal inilah yang mungkin menjadi dasar mengapa terdapat perbedaan selera dan penilaian akan suatu karya musik.
 

About Me

Foto saya
orang yang unik dan tidak menyukai hal-hal yang berbau mainstream